Kevin Plank Mundur Dari Jabatannya Sebagai CEO Under Armour

Kevin Plank Mundur Dari Jabatannya Sebagai CEO Under Armour

Isibola.com, Jakarta – CEO sekaligus pendiri Under Armour (UA), Kevin Plank, memutuskan mundur dari jabatan yang ia emban sejak 1996. Jabatannya akan digantikan oleh Patrick Frisk yang sebelumnya mengisi jabatan DIrektur Operasional. Perpindahan jabatan secara resmi dilakukan pada 1 Januari 2020. Meski demikian, Sang pendiri tidak sepenuhnya lepas. Jabatan sebagai penasehat eskekutif akan ia emban hingga jangka waktu yang tidak diumumkan.

Plank merupakan contoh pengusaha yang sukses membesarkan mereknya hingga ke seluruh dunia. Ia saendiri yang membuat merek Under Armour semasa kuliah bermodal biaya seadanya 23 tahun lalu. Tempat menjahitnya pun berada di ruang bawah tanah di rumah neneknya yang bertempat di Washington D.C. Selang dua tahun, perkembangan bisnis yang meningkat luar biasa membuatnya mampu mendirikan kantor pusat yang berada di Baltimore.

Baca Juga : Tinggalkan MU , Status Chris Smalling Akan Dipermanenkan AS Roma

Kesuksesan Kevin Plank dalam meningkatkan pamor Under Armour salah satunya adalah dengan perekrutan efektif atlet dan pesohor potensial. Tom Brady, Stephen Curry, dan Dwayne “The Rock” Johnson jadi penyuntik utama kepopuleran Under Armour. Plank terbukti mampu menyusun strategi pendekatan yang baik sehingga tiga nama tenar itu mau bergabung dengan mereknya. Pria 47 tahun itu juga memperluas pasarnya hingga ke Indonesia lewat kesuksesan menggandeng DBL Store sebagai retail resmi. Di sisi lain, Frisk adalah tangan kanan selama proses itu. Kinerjanya yang apik membuatnya terpilih jadi penerus.

Baca Juga :  4 Fakta Klub Liga Italia Como 1907,Pernah Di Miliki Mantan Gelandang Persib

“Patrik Frisk bergabung dengan kami di masa transisi luar biasa. Ia bisa mentransformasi visi merek sehingga mampu diterima pelanggan di seluruh dunia. Fokusnya yang saya apresiasi adalah pembuatan strategi jangka panjang dan menyusun ekosistem kerja melalui strategi, operasional, dan transformasi kultural,” tutur Plank. Sedangkan bagi Frisk, jabatan ini membawanya pada level baru dalam bekerja. “Saya baru bergabung pada 2017. Suatu kesempatan emas untuk mengembangkan Under Armour hingga ke potensi terbaiknya,” ungkapnya.

Baca Juga : Mengapa MU Bisa Akhiri Musim di Zona Liga Champions

Meski sudah masuk jajaran merek olahraga dunia, posisi Under Armour masih belum sebaik pesaingnya sekaliber Nike dan adidas. Harga selembar sahamnya menurun 23% sejak Bulan Juni 2019 meski pendapatannya meningkat 13%. Harga selembar saham Under Armour kini berada di kisaran AS$20.50 sementara Nike konsisten di angka AS$96.

Ada beberapa penyebab mengapa hal itu terjadi. Yang pertama adalah menurunnya transaksi pembelian daring yang dilakukan melalui situs resmi UA. Di sisi lain, gaya berbusana Atheleisure tengah gandrung sementara Under Armour tetap berfokus pada produksi seragam olahraga. Kevin Plank juga kerap masuk berita lewat isu-isu yang ia komentari. Sebagian di antaranya berhubungan dengan Presiden Donald Trump. Pergantian ke Patrik Frisk ini diharapkan mammpu meningkatkan citra dan pendapatan Under Armour.

Baca Juga :  Barcelona Kembali Diperkuat Jordi Alba Akhir Pekan Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *