Mengapa MU Bisa Akhiri Musim di Zona Liga Champions

Mengapa MU Bisa Akhiri Musim di Zona Liga Champions

Isibola.com jakarta – Manchester United sedang mengalami titik balik yang positif setelah menahan imbang Liverpool dan meraih kemenangan pertama di laga tandang saat menghadapi Partizan Beograd di Liga Europa. Hasil itu diharapkan dapat menjadi awal untuk hasil positif berikutnya bagi Manchester United.

Peluang Manchester United dalam memperebutkan gelar Premier League sangat kecil. Namun, The Red Devils masih memiliki peluang untuk mengakhiri musim dengan finis di zona Liga Champions.

Premier League masih menyisakan 29 pertandingan pada musim ini. Perjuangan tim Setan Merah dalam bersaing di Premier League tidak akan semakin mudah.

Badai cedera adalah satu penyebab keterpurukan Manchester United pada awal musim ini. Para pemain penting seperti Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke Shaw harus menepi karena cedera yang mereka alami.

Hal ini yang membuat stabilitas kekuatan Manchester United terganggu. Dengan tidak adanya pemain-pemain tersebut, praktis Ole Gunnar Solskjaer hanya dapat menggunakan pemain seadanya. Bahkan, manajer asal Norwegia tersebut memainkan pemain muda yang kurang berpengalaman.

Baca Juga :  Putus Rekor Buruk, Timberwolves Menang Lewat Dua Kali Tambahan Waktu

Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Man City Menang 3-0 Atas Aston Villa

Kini, publik Old Trafford sudah tidak perlu khawatir. Beberapa pemain sudah kembali dari cedera yang mereka alami. Pemain-pemain tersebut sudah cukup fit dalam membantu tim Setan Merah meraup cukup banyak poin di Premier League.

Ole Gunnar Solskjaer Temukan Formasi Ideal
Manchester United baru mencetak sepuluh gol dari sembilan laga di Premier League musim ini. Raihan tersebut membuat tim Setan Merah menepati peringkat ketiga terburuk dalam mencetak gol di Premier League.

Solskjaer telah melakukan kesalahan dengan melepas dua penyerang, yaitu Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez pada musim panas ini. Bahkan, Manajer asal Norwegia tersebut tidak mencari pengganti untuk mengisi kekosongan posisi dari kedua pemain tersebut.

Pertandingan kontra Liverpool menjadi titik balik bagi lini serang Manchester United. Solskjaer dapat memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Marcus Rashford dalam membongkar pertahanan tim lawan.

Apalagi, para pilar penting Manchester United telah pulih dari cedera. Salah satu solusi terbaik adalah memainkan kuartet Rashford, Martial, James, dan Pogba bersama-sama sejak menit awal. Komposisi tersebut dianggap cukup mematikan bagi lini pertahanan lawan.

Baca Juga :  Gol Ronaldo Antar Portugal Ke Putaran Final Piala Eropa 2020

Baca Juga: Tinggalkan MU , Status Chris Smalling Akan Dipermanenkan AS Roma

Membaiknya pertahanan The Red Devils
Salah satu penyebab Manchester United tidak lolos ke Liga Champions musim ini karena kobobolan cukup banyak di Premier League musim lalu. Melihat hal itu, Manchester United langsung membeli dua bek tangguh pada musim panas ini.

Manchester United telah membeli Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire untuk mengisi pos pertahanan pada musim panas ini. The Red Devils mendatangkan kedua pemain tersebut dengan mahar 142 juta euro.

Investasi di lini bertahan Manchester United terbukti jitu. Hingga pekan kesembilan, Manchester United hanya kebobolan sembilan gol. Dibandingkan dengan musim lalu, tim Setan Merah telah kebobolan 54 gol, atau dengan rata-rata kemasukan 1,42 gol perlaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *