Arema FC Tunggu Arahan PSSI, karena Jakarta Kembali Terapkan PSBB

Isibola – Malang – Arema FC tunggu arahan dari PSSI, soal Pemprov DKI Jakarta yang akan kembali terapkan PSBB mulai Senin (14/09/2020). Hal ini juga mengundang perhatian dari Arema FC yang rencananya bakal bertandang ke Jakarta untuk menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 2020 pada 2 Oktober mendatang.

Penyebaran virus corona di Indonesia memang relatif masih tinggi. Sudah ada lebih dari 200.000 kasus positif COVID-19 yang tercatat dan Jakarta yang menjadi ibu kota negara menjadi yang memiliki jumlah paling tinggi, yaitu mencapai 50 ribu kasus.

Langkah menghentikan laju perkembangan kasus positif corona itu adalah PSBB yang kembali diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta mulai 14 September. Kabar ini tentu membuat beberapa aktivitas yang sudah terencana bakal terganggu, tak terkecuali lanjutan Liga 1 2020, di mana Jakarta menjadi homebase Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC bakal menggelar laga kandang menjamu Arema FC pada 2 Oktober mendatang. Jika PSBB pada akhirnya berlangsung 14 hari, tentu pertandingan itu bisa digelar sesuai jadwal. Namun, bagaimana jika lebih panjang?

Baca Juga :  MU Akan Merekrut Striker Bayern Munchen

Satu hal yang pasti tim tamu yang kemungkinan bakal bermasalah. Akhirnya mereka kesulitan menentukan kapan waktu yang tepat untuk berangkat ke Jakarta. Tim pelatih sudah mengetahui informasi PSBB yang diterapkan di Jakarta.

“Ini situasi yang cukup sulit. Kami masih menunggu arahan dari federasi akan seperti apa. Kami sebagai pelaku sepak bola hanya bisa menjalankan saja,” ujar asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto.

Menunggu Kepastian

Memang ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Laga bisa tetap digelar di Jakarta atau pindah ke tempat lain. Arema FC tidak akan mempermasalahkan kemungkinan itu.

“Kami siap saja bermain di mana pun. Selama pandemi virus corona belum berlalu, semua harus waspada dan menjaga diri,” ujar Charis.

Sebenarnya Arema FC sempat menyusun rencana keberangkatan lebih awal, mengingat mereka harus menggunakan jalur darat dengan bus. Harapannya pemain punya waktu lebih banyak untuk beristirahat setelah perjalanan sekitar 12 jam dari Malang ke Jakarta.

Namun, rencana itu dibuat sebelum ada ketetapan terapkan PSBB oleh Pemprov DKI. Bisa jadi rencana itu harus berubah menunggu keputusan dari PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru.

Baca Juga :  7 Unggulan Indonesia Masuk Jalur Neraka di China Open 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *