Kisah Flandy Limpele,Pelatih  Asal Indonesia Dibalik Suksesnya Ganda Putra India

Kisah Flandy Limpele,Pelatih Asal Indonesia Dibalik Suksesnya Ganda Putra India

Isibola.com, Palembang – Flandy Limpele, para pencinta bulutangkis pasti akan kembali diingatkan dengan aksi ciamiknya di sektor ganda putra Indonesia.

Ya, dipasangkan dengan Eng Hian, Flandy Limpele meraih banyak kesuksesan. Setidaknya, gelar-gelar di turnamen orea Open 1999, Denmark Open 2000, Malaysia Open 2000 hingga German Open 2003 pernah dipersembahkannya untuk Indonesia.Tak hanya gelar-gelar Super Series, medali perunggu Olimpiade Athena 2004 pun juga telah diberikannya untuk Bumi Pertiwi bersama dengan Eng Hian.

Sukses bersama Indonesia, rupa-rupanya Flandy sempat menuturkan alasannya pernah membela Inggris pada tahun 2001-2003. Karena sempat dikecewakan Indonesia namun itu hanya bagian dari cerita hidup yang tidak manis ujarnya sambil tertawa

Baca juga : Everton, Leicester City Dan Manchester City Tembus 8 Besar Piala Liga Inggris

Namun setelah resmi gantung raket, Flandy pun mendapat banyak tawaran untuk melatih. Tahun 2019 ini, India secara resmi meminta Flandy untuk melatih sekaligus membangkitkan sektor ganda putra Negeri Taj Mahal. Terbukti, kehadiran legenda Indonesia di sektor tersebut memiliki pengaruh yang signifikan.

Baca Juga :  Ulasan Pertandingan : Lakers Taklukkan Grizzlies Lewat Tembakan Bebas

Setidaknya, di bawah tangan dingin Flandy, ganda putra India mulai menjadi salah satu ancaman serius bagi ganda putra negara lainnya, tak terkecuali Indonesia.

Baca juga : Inter Milan Didesak Romelu Lukaku Agar Menang Terus

Hal itu dibuktikan Flandy di turnamen Thailand Open 2019. Meskipun tidak menjadi yang diunggulkan pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty sukses meraih gelar juara Super Series 500 mereka yang pertama bahkan dengan mengalahkan pasangan kuat China, Li Junhui/Liu Yuchen.

Hal itu pun kembali berlanjut di turnamen French Open 2019. Tak diunggulkan dan harus berhadapan dengan lawan berat, lagi-lagi pasangan India berhasil membungkam semua keraguan dan mencapai partai final.

“Kebetulan mereka butuh coach di sektor ganda lalu hubungi saya dan ditanya saya berminat atau tidak, kemudian melakukan pembicaraan, deal dan saya berangkat,” ujarnya.Lebih lanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *