Statistik Berkata: “Juventus Lebih Baik di Tangan Allegri Daripada Sarri”

Statistik Berkata: “Juventus Lebih Baik di Tangan Allegri Daripada Sarri”

Isibola.com , Jakarta – Juventus membuat pergantian di sektor pembinaan musim panas lalu. Massimiliano Allegri, yang memilih hengkang dari Turin, digantikan oleh Maurizio Sarri.

Allegri adalah salah satu pelatih yang berprestasi di Juventus. Dalam lima tahun masa jabatannya, ia berhasil menyumbangkan piala dari berbagai peristiwa yang mendominasi adegan dalam negeri.

Tidak hanya itu, mantan pelatih AC Milan juga telah membawa Juventus mencapai final Liga Champions dua kali. Sayangnya, mereka jatuh di tangan Barcelona dan Real Madrid.

Dia telah digantikan oleh Maurizio Sarri, yang tidak kalah berprestasi. Pada musim pertamanya di Chelsea, ia menyumbang trofi Liga Europa dan memberikan Blues ketiga selesai di Liga Premier.

Juventus di Era Allegri

Di tangan Sarri, Juventus tak terkalahkan di semua kompetisi. Namun, torehan positif berhenti ketika klub berjuluk Bianconeri pergi ke Lazio di Serie A pada akhir pekan.

Memang, keraguan muncul di benak penggemar Juventus dalam beberapa pekan terakhir. kinerja Bianconeri terus menurun, termasuk ketika mereka ditahan 2-2 oleh Sassuolo.

Baca Juga :  La Liga: Athletic Bilbao vs Real Madrid & Villarreal vs Barcelona

Statistik ini mungkin membuat fans Juventus merasa lebih ragu-ragu dengan Sarri. memberikan catatan penting yang menunjukkan bahwa kepemimpinan Allegri masih lebih baik daripada Sarri.

Satu tahun yang lalu, di giornata 15, yang dibesarkan Allegri Juventus menuai 14 kemenangan dan satu hasil imbang. Selain itu, Cristiano Ronaldo dkk berhasil mencetak 32 gol, kebobolan delapan kali, dan memenangkan total 43 poin.

Baca juga: Jamie Vardy Menggila Di Villa Park, Leicester Kukuh Di Peringkat Dua

Juventus di Era Sarri

Pada saat yang sama, di Liga Champions, Juventus hanya mencicipi satu kekalahan untuk Manchester United. Tapi itu tidak menjadi sayatan relevan untuk Juventus memuncaki klasemen di grup.

Di sisi lain, Maurizio Sarri hanya mengumpulkan 11 kemenangan, tiga kali seri dan satu kekalahan di periode yang sama. Lengkap dengan koleksi 26 gol, kebobolan 15 kali, dan memenangkan 36 poin.

Juventus juga tak terkalahkan di fase grup Liga Champions sampai akhir pekan dari 5 dan memuncaki klasemen di Grup D. Tapi hasil yang diterima Bianconeri tidak bisa dikatakan meyakinkan.

Baca Juga :  Chelsea Bisa Membuat Liverpool Malu pada Big Match Liga Inggris Malam Ini

Baca juga; Terlalu Kuat Untuk Bisa Dikalahkan, Persebaya Surabaya Hajar Bhayangkara FC 4-0 Tanpa Ampun

Juventus Dapat Apa di Era Sarri?

Perbandingan yang disajikan cukup jelas. Dalam Era Sarri, Juventus kiper lebih sering dilanggar dan kerugian tujuh poin dari musim lalu. Dan di musim lalu, perlombaan untuk Scudetto hampir pasti tidak lengkap.

Lalu apa Juventus mendapatkan di era Sarri? Untuk saat ini, satu-satunya permainan yang sedikit lebih indah dari sebelumnya. Kiper Juventus kebobolan mudahnya dapat disebabkan oleh tidak adanya Giorgio Chiellini.

Seperti diketahui, penuaan bek 35 tahun itu mengalami cedera ACL. Oleh kebutuhan, dia harus merelakan kapten di tangan Leonardo Bonucci dan ditarik dari lapangan sampai 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *