Salah Marah ke Federasi Mesir Setelah Gagal Jadi Pemain Terbaik FIFA

Salah Marah ke Federasi Mesir Setelah Gagal Jadi Pemain Terbaik FIFA

IsiBola.com, Jakarta – Hubungan Mohamed Salah dengan Federasi Sepak Bola Mesir [EFA atau PSSI-nya Mesir] disebut sedang memburuk. Hal tersebut kabarnya terkait dengan momen pemilihan gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 yang lalu.

FIFA telah menggelar malam gala The Best FIFA Football Awards pada hari Selasa (23/9/2019) dini hari WIB. Acara digelar di Milan. Pada momen ini, Lionel Messi terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA 2019.

Mohamed Salah juga masuk dalam salah satu kandidat peraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2019. Akan tetapi, dia tidak lebih favorit jika dibandingkan dengan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan rekan satu timnya yakni Virgil van Dijk. Pemain Liverpool itu akhirnya memang gagal menyabet gelar apa pun, termasuk FIFA/FIFPro World XI. Lalu, dikabarkan Mohamed Salah marah dengan EFA.

Baca Juga: Kegalauan Maurizio Sarri Tersimpan, Usai Juventus Dudukki Puncak Klasmen

The Best FIFA Men’s Player 2019 dimenangkan striker Barcelona Lionel Messi, yang mengalahkan Virgil van Dijk (Liverpool) dan Cristiano Ronaldo (Juventus). Salah, yang juga masuk dalam 10 besar nominasi, cuma menempati urutan keempat dalam pemungutan suara. Hal itu diklaim karena dua suara dari EFA hilang.

Baca Juga :  Rockets Hajar Kings di Golden 1 Center

Dilansir BBC, EFA beranggapan dua suara mereka dalam voting hilang. Suara dari pelatih Shawky Gharib dan kapten Ahmed Elmohamady, yang diklaim memilih Salah, disebut tidak dihitung FIFA. Padahal, suara jurnalis resmi Mesir Hany Danial justru masuk dalam perhitungan FIFA. Hal itu yang membuat EFA dikabarkan mempertanyakannya kepada FIFA.

Namun ada kabar, EFA sendiri yang tak mendaftarkan kedua suaranya kepada FIFA. Hal itu kemudian dibantah Elmohamady. “Tidak benar saya tidak memilih. Saya memberikannya untuk Salah,” ungkap Elmohamady.

Baca Juga: FIFA Kecewa & Marah, Ronaldo Posting Foto

Situasi ini kabarnya membuat Salah marah ke EFA. Laporan keributan itu mencuat usai pemain berusia 27 tahun itu kata Mesir pada profil akun Twitter-nya, menjadi bertuliskan ‘Pemain Liverpool’ saja.

Hal itu pun tampak dibantah oleh Salah. Dalam kicauannya tak lama berselang, ia menulis “Tak peduli bagaimana mereka mengubah cinta saya pada kalian [Mesir] dan orang-orangnya, mereka tidak akan bisa,” cuit Salah.

Musim lalu, Salah memang tampil apik bersama Liverpool. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dengan 22 gol, bersama Mane dan Pierre-Emerick Aubameyang, dan membantu Liverpool menjuarai Liga Champions.

Baca Juga :  Tim-Tim yang Sudah Dipastikan Lolos ke Lioga Champions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *