Pierluigi Collina Sebut Kekerasan Terhadap Wasit Seperti Kanker Sepakbola

Pierluigi Collina Sebut Kekerasan Terhadap Wasit Seperti Kanker Sepakbola

Kepala Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina mengecam kekerasan pada wasit Halil Umut Meler di Liga Turki dan menganggapnya sebagai kanker dalam sepak bola.

“Bicara ke media di tatap muka IFAB di London bulan kemarin, pada 28 November, saya menjelaskan kekerasan verbal dan fisik pada wasit ialah ‘kanker’ yang bisa mengambil kehidupan sepak bola,” tutur Collina dalam pernyataan resmi FIFA, Rabu (13/12).

Collina menyebutkan peristiwa yang menerpa Meler ialah kengerian. Bekas wasit asal Italia itu menyebutkan Meler sebagai wasit yang bagus dan punyai kredibilitas.

Faktanya Meler menjadi satu diantara yang dipilih untuk pimpin laga Piala Dunia U-20 2023 di Argentina. Gambar Meler yang terkena pukulan dan sepakan membuat Collina bersedih.

“Gambar Halil Umut tergeletak di atas lapangan dengan tangan membuat perlindungan kepala saat dia disepak oleh striker dengan bengkak di bawah mata itu menakutkan,” kata Collina.

Nahasnya kembali, kejadian seperti ini tidak cuma terjadi di Turki. Di beberapa negara di seluruh dunia, wasit disiksa karena ketetapannya dipandang tidak memberikan kepuasan.

Baca Juga :  Juara Korea Open 2019, Fajar/Rian Belum Puas

“Lebih menakutkan ialah ketahui jika ada beberapa ribu wasit di penjuru dunia yang disiksa dengan verbal dan fisik pada tingkat lebih rendah,” ucapnya.

“Dan beberapa pada mereka ialah wasit muda yang belia profesinya. Seorang wasit tidak dapat dipukul karena keputusan yang diambilnya, walau salah,” sebut Collina.

Kondisi dan situasi wilayah dan negara memang berlainan, tapi wasit tidak dapat diintervensi. Bila ada interferensi pada wasit, kesayangan ke bola dia anggap sebuah hal semu.

“Adalah tanggung-jawab untuk semua orang yang menyukai permainan cantik untuk mengambil tindakan dan lakukan suatu hal.sebuah hal. Saat sebelum terlambat, saat sebelum kanker ini membunuh sepak bola,” kata Collina.

Meler dipukul Presiden club Ankaragucu, Faruk Koca, selesai pertandingan Ankaragucu versus Rizespor, Senin (11/12) malam. Meler sempat disepak saat terbaring di lapangan. Koca selanjutnya ditahan pihak berwajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *