Shopee Liga 1: Persela Menuntut Kejelasan Status Kompetisi Tahun Depan

Isibola – Surabaya,  Meski sudah diumumkan bahwa lanjutan Shopee Liga 1 2020 ditunda hingga awal tahun 2021 mendatang, tim kepelatihan Persela menuntut status kompetisi di tahun depan. Dan tetap berharap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan statusnya.

Asisten Pelatih Persela, Didik Ludiyanto mengakui pihaknya sampai saat ini masih bertanya-tanya terkait status untuk awal tahun depan itu. Apakah lanjutan kompetisi, kompetisi musim baru atau turnamen saja.

PSSI beberapa waktu yang lalu mengeluarkan pernyataan setelah menggelar rapat Exco, jika kompetisi ditunda hingga awal tahun 2021. Namun, dalam pernyataan itu tidak disertai dengan penjelasan, apakah itu musim batu atau lanjutan kompetisi musim 2020.

Lanjutan Shopee Liga 1 sedianya digelar awal Oktober lalu, namun batal karena tidak mendapatkan izin dari pihak Polri. PSSI pun merubah rencana kick off menjadi awal November, namun tetap tidak bisa dilaksanakan karena hal yang sama. PSSI pun kembali mengumumkan jika kompetisi ditunda hingga awal tahun 2021 mendatang.

“Kami hanya bisa berharap semoga secepatnya diputuskan. Apakah nanti itu, lanjutan Liga 1 2020, home tournament atau kompetisi baru ya,” kata Didik Ludiyanto kepada tim isibola, Senin (2/11/2020).

Baca Juga :  Hanya Bermain Kean 19 menit, bos Everton: Saya Ingin Mengulur Waktu

Alasan Persela Menuntut Kejalasan

Keputusan soal status di awal tahun 2021 sangat diperlukan klub-klub mengingat hampir semua kontestan meliburkan timnya. Jika ada keputusan soal status tersebut, maka dipastikan klub-klub tahu apa yang hatus dilakukan. Apakah menyiapkan musim baru, atau menyiapkan diri hanya sebuah turnamen.

Persela menuntut kejesan dari PSSI, karena hal itu akan berpengaruh pada status pemain, karena hampir semua klub mempunyai perjanjian kontrak dengan pemain dan ofisial hingga Desember mendatang.

“Jangan-jangan Februari nati PHP lagi. Kesabaran tingkat tinggi ini. Kalau musim baru, pemainnya berubah dong. Kalau turnamen, apa kita masih dapat gaji?” Didik Ludiyanto mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *