Neuer Atau Stegen yang Lebih Pantas Menjadi Kiper Nomor 1 Jerman

Neuer Atau Stegen yang Lebih Pantas Menjadi Kiper Nomor 1 Jerman

Isibola.com – Wacana soal siapa kiper nomor satu Timnas Jerman kembali mengemuka. Kali ini mantan pemain nasional Christian Ziege ikut meramaikan pembicaraan dengan mengatakan Manuel Neuer lebih baik dari Marc-Andre ter Stegen.

Menurut Ziege, kedua kiper ini sama baiknya. Tapi bicara pengalaman internasional, Neuer yang selama ini jadi kiper utama Bayern Muenchen lebih baik dibandingkan Ter Stegen yang belum tergantikan di Barcelona.

Hubungan Ter Stegen dan Neuer sempat memanas beberapa waktu yang lalu. Pemantiknya karena Ter Stegen mengungkapkan kekecewaannya lantaran tak kunjung diberikan kesempatan menjadi kiper utama Die Mannschaft.

Baca juga : Daniel James MU Optimistis Akan Naik

Ternyata curhatan Ter Stegen ini membuat Neuer geram. Ia mengecam koleganya karena dianggap tak pantas bicara seperti itu di media. Perseteruan ini semakin meluas setelah beredar kabar bahwa keinginan Ter Stegen ini akan diwujudkan oleh Joachim Loew saat Jerman berlaga menghadapi Argentina (10/10/2019) atau Estonia (14/10/2019).

“Manuel Neuer adalah penjaga gawang yang nomor satu bersama kami. Dia membuktikan itu dengan cara yang hebat,” kata Ziege.

Baca Juga :  Balas Dendam, Lionel Messi Bantu Argentina Tundukkan Brasil

“Tidak ada pertanyaan bahwa jika Neuer tidak bisa bermain. Marc-Andre Ter Stegen juga kiper yang luar biasa, sama baiknya” imbuhnya.

Baca juga : Berkat Manajer Arsenal, Matteo Guendouzi Merasa Makin Percaya Diri

Menyoal soal konflik antara Ter Stegen dan Neuer, Ziege punya pendapat sendiri. Menurutnya, sejauh ini Ter Stegen tak pernah menumpahkan kekesalannya pada siapa pun.

Ter Stegen membuktikan siapa rekan setim dan pemain timnya. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun tentang Neuer yang ada di gawang meski delapan atau sembilan bulan cedera tanpa pertandingan. Dia tidak mengatakan apa-apa, tidak mengeluh.”

“Tentu saja dia ingin bermain. Namun dia tidak mengatakan apa-apa. Dia berkata sekali dan hanya meluapkan emosinya bahwa dia tidak puas dengan itu. Saya pikir cukup normal. Dia tidak serang siapa pun. Apa yang terjadi, saya tidak mengerti sama sekali,” tandas Ziege.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *