Untung dan Rugi Timnas Indonesia U-19 Gelar Pemusatan Latihan di Kroasia

Isibola – Jakarta, PSSI telah memutuskan Timnas Indonesia U-19 Gelar Pemusatan Latihan di Kroasia. Keputusan tersebut sangat mengejutkan karena Kroasia sama sekali tak pernah disebut masuk dalam daftar.

Sebelumnya, PSSI memasukkan Korea Selatan, Belanda, hingga Jerman sebagai negara tujuan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Namun, ada sejumlah alasan yang membuat negara-negara tersebut tereliminasi.

PSSI memilih Kroasia karena Asosiasi Sepak Bola Kroasia (CFF) lebih sigap dan menyambut permintaan PSSI dibanding federasi negara lain. Tanpa pikir panjang, akhirnya Kroasia dipilih sebagai tempat pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 yang akan dimulai pada pengujung Agustus.

“Kroasia akhirnya menjadi negara pilihan tempat pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Hal ini karena Federasi Sepak Bola Kroasia paling cepat merespons surat dari PSSI,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Kroasia merupakan satu di antara negara yang punya kekuatan hebat di sepak bola. Buktinya mereka menjadi runner-up di Piala Dunia 2018 dan menduduki peringkat keenam pada ranking FIFA saat ini,” ujar Iriawan.

Baca Juga :  Jika Masih Jadi Cadangan, Olivier Giroud Tinggalkan Chelsea

Isibola mencatat ada sejumlah poin yang dijadikan keuntungan lain buat Timnas Indonesia U-19 menggelar pemusatan latihan di Kroasia. Tak hanya keuntungan, ada juga faktor kerugian yang bakal diterima. Apa saja?

Minim Kerugian latihan di Kroasia

Kroasia bukan negara pilihan dari Shin Tae-yong yang membuat ini menjadi faktor kerugian. Sejak awal, Shin Tae-yong menginginkan agar Timnas Indonesia U-19 menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan.

Shin Tae-yong tentu punya alasan kuat dengan sejumlah program yang akan dilakukannya di Korea Selatan. Shin Tae-yong sudah mengenal sejumlah fasilitas yang layak digunakan Timnas Indonesia U-19.

Pelatih berusia 51 tahun itu tadinya membidik Gwangju sebagai kota lokasi pemusatan latihan. Alasan Shin Tae-yong sederhana karena di dekat kota tersebut bermarkas klub-klub elite Korea Selatan semisal Pohang Steelers, Busan IPak, dan Daegu FC.

Ketiga klub tersebut layak menjadi lawan uji coba dari Timnas Indonesia U-19. Dengan demikian, Shin Tae-yong bisa melihat perkembangan dari para pemainnya.

Adapun di Kroasia merupakan negara yang belum dikenal oleh Shin Tae-yong. Sehingga Shin Tae-yong tak bisa menyusun program yang sesuai dengan periodesasi latihan serta lawan yang layak dihadapi Timnas Indonesia U-19.

Banyak Keuntungan Latihan Di Kroasia

Keuntungan yang dimiliki Timnas Indonesia U-19 menggelar pemusatan latihan di Kroasia adalah pemerintah setempat tak mengeluarkan aturan ketat terkait masa karantina selama 14 hari bagi orang asing yang datang. Para pemain bisa langsung fokus latihan begitu tiba di negara Eropa Timur tersebut.

Baca Juga :  Fred VanVleet Ingin Berada Di Skuat Utama Raptors

Kroasia juga memiliki cuaca yang mirip dengan Uzbekistan yang menjadi tuan rumah Piala AFC U-19 2020. Tentu saja ini menjadi keuntungan buat para pemain sehingga tidak perlu melakukan aklimatisasi suhu pada turnamen tersebut.

Timnas Indonesia U-19 bakal mengikuti turnamen sebagai ajang uji coba selama pemusatan latihan. Pasalnya, Kroasia berencana untuk menggelar turnamen U-19 pada 2-8 September 2020.

Ini menjadi keuntungan buat Timnas Indonesia U-19 untuk mengukur kemampuan melawan tim asal Eropa, termasuk Kroasia. Apalagi Kroasia mengalami perkembangan sepak bola yang signifikan setelah berhasil menjadi runner-up Piala Dunia 2018.

Jadi, Timnas Indonesia U-19 punya keuntungan ganda dengan mendapatkan lawan uji coba yang levelnya berada di atas. Hal ini tentu bermanfaat untuk persiapan Piala AFC sekaligus Piala Dunia U-20 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *