Persija akan Melakukan IPO di Bursa Saham pada Tahun 2020

Persija akan Melakukan IPO di Bursa Saham pada Tahun 2020

Isibola – Jakarta,  Turut dalam IPO (Initial Puclic offering) atau bahasa awamnya  sering disebut dengan melantai di dalam bursa saham, merupakan salah satu dari targer besar Persija Jakarta pada tahun ini.

Rencana Persija untuk merilis saham pertama perusahaan (IPO) sebenarnya telah direncanakan sejak 2019. Namun, karena berbagai kendala, termasuk menurunnya prestasi tim, keinginan untuk menjadi sebuah perusahaan publik, baru akan direalisasikan tahun ini.

Kinerja Persija mengalami kemerostan dalam hal prestasi di musim lalu. Setelah berhasil meraih trofi juara pada 2018, Ismed Sofyan dan rekan-rekannya hanya mampu bersaing agar tidak  terdegradasi dari Liga 1.

Persija melakukan gebrakan awal demi melancarkan ambisi di lantai bursa adalah untuk mengubah wajah tim untuk kompetisi tahun 2020. Satu per satu pemain bintang bergabung. Dimulai dengan merapatnya Alfath Faathier dari Madura United.

“Target besarnya, kami mau IPO. Sudah dipersiapkan sejak lama. Sebagai perusahaan publik nantinya, prestasi juga harus bagus. Musim 2019 memang kurang bagus. Makanya, kami menguatkan sektor manajamen. Tahun ini, kami ingin merebut kembali gelar juara yang hilang pada 2019. Manajemen kuat dan pemain baru datang, tentunya betul-betul persiapan untuk kembali juara,” kata Ferry Paulus, Direktur Olahraga Persija pada pertengahan Januari.

Baca Juga :  Setelah 15 Tahun Persebaya Berhasil Membawa Kembali Trofi Piala Gubernur Jatim Kembali ke Surabaya

“Kami optimistis sekali. Nama Persija itu besar. Rasanya tidak pas dibandingkan dengan Bali United. Memang, Bali United lebih dulu melakukan IPO. Namun, nilai Persija besar sekali sebagai salah satu di antara pendiri PSSI. Fanbase Persija juga sangat besar. Media sosial Persija juga yang pertama di Asia. Berangkat dari situ, kami sangat optimistis bahwa IPO Persija lebih sukses dibanding klub lain,” kata Paul Ferry.

Menurut presiden Persija Mohammad Prapanca, proses IPO Macan Kemayoran telah memasuki fase peninjauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami berharap sesuai rencana. Februari sudah dapat efektif persetujuan dari OJK,” kata pria yang akrabdengan sebutan Panca ini.

Setelah Al-Fath, Otavio Dutra dan Muhammad Rafli Mursalim sukses didatangkan  ke tim Macan Kemayoran. Dan yang mengejutkan pubkil tentu saja ketika membeli Marc Klok dari PSM Makassar dan mengontrak Marco Motta, mantan bek tim nasional Italia.

Nyata Persija memperoleh tanda tangan dari dua pemain Indonesia U-22 tim nasional di SEA Games tahun 2019, Evan Dimas Darmono dan Osvaldo Haay.

Baca Juga :  Persija Akan Menjamu Geylang International di SUGBK pada Laga Ujicoba

Label mewah dan Los Galacticos  pun disematkan pada Persija, mengingat barisan baru tersebut akan makin melengkapi kekuatan Macan Kemayoran setelah mempertahankan beberapa pilar-pilar penting seperti Marko Simic, Riko Simanjuntak, Rohit Chand, Sandi Sute, dan Andritany Ardhiyasa.

Otavio Dutra

Selain mempercantik tim dengan koleksi pemain berlabel bintang demi kepentingan IPO, Macan Kemayoran juga bertekad besar untuk meraih gelar pada Liga Indonesia untuk ke-12 kalinya. Ini adalah dua target besar tim untuk tahun ini.

“Tentunya setelah melihat secara keseluruhan, Persija punya target juara di Liga 1 2020,” jelas Ferry Paulus.

Sebagai bentuk keseriusan untuk memenangkan musim ini, Persija juga  membawa pelatih dengan gelar pengalaman dalam kompetisi Asia. Sergio Farias, Pohang Steelers yg dulunya merajut strategi Pohang Steelers, Peraih  gelar K-League1 2007 atau kasta teratas Liga Korea Selatan, dan Liga Champions Asia (LCA) tahun 2019, yang terpilih sebagai nahkoda anyar  Macan Kemayoran menggantikan Edson Tavares.

Marko Simic dan Persija saling membutuhkan. Sebelum bergabung dengan Macan Kemayoran, karir striker asal  Kroasia tersebut bermain di Malaysia dan Vietnam tampak biasa saja. Di kedua negara, nama berusia 31 tahun ini sedikit dikenal publik.

Baca Juga :  Maman Abdurrahman Resmi Masuk Persija

Menerima proposal dari Persija pada tahun 2018 terbukti tepat, Dua tahun memperkuat tim ibu kota di Liga 1, eks pemain Lokomotiv Zagreb ini mampu mengemas 46 gol dari 52 penampilan.

Pada musim lalu, Simic tercatat sebagai  pencetak gol terbanyak di Ligue 1 di atas tahun 2019 dengan torehan 28 gol dalam 32 pertandingan.

Untuk musim ini, naluri membunuh Simic diyakini tidak menghilang. Bahkan, untuk menjadi lebih sengit.

Untuk musim ini naluri ganas Simic di yakini tidak akan pudar, dab bahkan akan semakin buas. Karena pelayan boomber yamg bertubuh gempal ini tidak lagi cuma Riko Simanjuntak seorang. Osvaldo Haay, Evan Dimas, dan Marc Klok, bakal memanjakan sang striker dengan umpan-umpan terobosan maupun silang yang cukup memukau.(Ads-h)

kingkongvip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *