Perubahan Dilakukan Guardiola Membuat Gabriel kembali Bernostalgia Pada Posisi Lamanya

Perubahan Dilakukan Guardiola Membuat Gabriel kembali Bernostalgia Pada Posisi Lamanya

Isibola.com, Jakarta – Gabriel Jesus menyukai perubahan yang dilakukan Pep Guardiola saat Manchester City mengalahkan Southampton dengan skor 3-1 pada laga Piala Liga Inggris, tengah pekan ini. Ini berkaitan dengan keputusan langka untuk menurunkan dua penyerang andalannya bersamaan, yakni Gabriel dan Sergio Aguero.

Pada pertandingan itu Gabriel tidak berada sebagai penyerang. Dia lebih banyak ditempatkan sebagai pemain penyuplai bola terobosan saat ia ditempatkan di posisi sayap kanan.

Posisi sayap kanan ibarat nostalgia buat Gabriel. Sebab, ia pernah melakukannya bersama Palmeiras dan tim nasional Brasil. Karena itu, Gabriel menyambut hangat perubahan yang dilakukan Guardiola dan ia mengaku tidak masalah untuk tampil dalam peran itu lebih teratur bersama City.

Baca juga : Ungkapan Curtis Jones, Setelah Jadi Penentu Kemenangan Adu Penalti Liverpool

Gabriel berharap Guardiola dapat memainkan skema itu saat Southampton berkunjung ke Stadion Etihad untuk menjalani laga lanjutan Liga Inggris, Sabtu (2/11/2019) WIB. “Saya suka posisi ini dan saya akan selalu menghormati keputusan pelatih. Sejak Copa America saya bermain untuk Brasil sebagai pemain sayap kanan. Saya menyukainya,” kata Gabriel.

Baca Juga :  Shin Tae-yong Bangga, Walau Timnas Indonesia U-19 Gagal Menang atas Qatar U-19

“Saya mulai dengan posisi di klub lama saya di Brasil dan saya bersama seperti striker, tetapi saya suka memainkan kedua posisi. Sangat penting saya bisa bermain lebih dari satu. Meskipun sulit, tapi saya suka bermain seperti pemain sayap dan saya juga suka sebagai striker. Saya tidak punya pilihan,” tambah Gabriel.

Baca juga : Unai Emery Pastikan Granit Xhaka Menepi Untuk Sementara Waktu

Berbicara mengenai kolaborasi dengan Aguero, Gabriel mengaku ada banyak hal yang bisa didapat dari rekan setimnya tersebut. Apalagi penyerang asal Argentina itu telah mencetak 21 gol di semua kompetisi bersama The Citizens.

“Sulit untuk menggambarkan Sergio. Sergio adalah pencetak gol terbanyak klub dan setiap pertandingan dia menunjukkan kepada kita mengapa dia pencetak gol terbanyak. Saya harus belajar darinya karena dia adalah legenda. Setiap pertandingan dia mencetak gol. Saya ingin mencetak gol setiap pertandingan, tetapi saya pikir itu berbeda, saya dan Sergio. Saya berusia 22 tahun, saya harus meningkatkan sepak bola saya, berlatih menyelesaikan dan saya harus belajar dari Sergio,” pungkas Gabriel.

Baca Juga :  Legenda Liverpool Danny Murphy, Berharap Man United Tidak Pecat Solskjaer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *