Barzagli Mundur dari Tim Pelatih Juventus demi Keluarga

Barzagli Mundur dari Tim Pelatih Juventus demi Keluarga

Isibola – Jakarta, Andrea Barzagli menyatakan mundur dari posisi asisten pelatih Juventus yang sudah dijabat sejak awal 2019.
Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola pada akhir musim 2018/2019, Barzagli masuk dalam jajaran pelatih lini pertahanan Juventus di bawah komando Maurizio Sarri.


“Saya memutuskan membuat pilihan hidup. Ini adalah pilihan dari hati. Saya tidak menderita atas hal ini. Tetapi saya merasa perlu bersama keluarga saya, yang secara diam-diam selama bertahun-tahun, telah mendukung dan menemani pilihan profesional saya,” tulis Barzagli dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Hari ini saya memilih mengistimewakan keluarga dibanding Juventus yang selama ini menjadi terikat dengan saya dan saya bersyukur atas hal itu,” sambung mantan pemain yang turut membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006.

Barzagli yang merupakan salah satu dari pemain elite di lini pertahanan Juventus bersama Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini mengucapkan terima kasih kepada petinggi-petinggi klub, seperti Direktur Sepak bola Fabio Paratici, Wakil Presiden Pavel Nedved, dan Presiden Klub Andrea Agnelli.

Baca Juga :  Premier League : Man United Vs Crystal Palace, Beberapa Pemain Kunci MU Masih Cedera
Barzagli

“Terima kasih banyak untuk semuanya, untuk para penggemar hingga para profesional yang telah membuat Juventus seperti sekarang ini. Saya meringkasnya dalam kalimat ini: #finoallafine forza Juventus!” tulis Barzagli.
Kabar mengenai keputusan mundur Barzagli sudah sempat tersiar di media Italia sejak pekan lalu.

Sebelum menjadi salah satu tim pelatih Juventus, Barzagli sudah membela Bianconeri sejak 2011. Selama delapan tahun, Barzagli menyumbang delapan gelar Serie A untuk Juventus.

Andriy Shevchenko

Sementara itu Andriy Shevchenko mengaku ingin kembali ke AC Milan di masa depan. Shevchenko ingin menjadi pelatih klub yang bermarkas di San Siro tersebut.

Shevchenko saat ini masih menjabat sebagai pelatih timnas Ukraina. Tugas itu diembannya sejak 2016 setelah menggantikan posisi Mykhailo Fomenko.
“Milan selalu ada di hati saya dan suatu hari, ketika saya menginginkan perubahan, saya akan sangat senang melatih mereka,” ucap Shevchenko saat sesi live chat di akun Instagram miliknya pada Rabu (13/5) waktu setempat.

Milan sendiri tengah mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Tim kota mode itu bahkan terakhir kali meraih scudetto musim 2010/2011.
Di musim ini, Milan menempati posisi ketujuh klasemen sementara sebelum kompetisi ditangguhkan karena virus corona pada Maret lalu.

Baca Juga :  Liverpool Sedang berusaha Dapatkan Tanda Tangan Osimhen

Shevchenko berharap skuat asuhan Stefano Pioli bisa memperbaiki peruntungan mereka saat sisa musim ini dilanjutkan. Liga Italia direncanakan kembali berlangsung pada 13 Juni mendatang.
“Kita harus mencoba untuk mengakhiri musim di tempat terbaik. Semua orang akan memberikan yang terbaik untuk menghormati fan,” kata Shevchenko.

“Kemudian, kita lihat apa yang akan terjadi dan masa depan klub ini.”
Shevchenko sendiri termasuk salah satu penyerang terbaik yang pernah berseragam Milan. Mantan penyerang timnas Ukraina itu berhasil memberikan gelar scudetto dan Liga Champions.

Selain itu, ia juga turut mempersembahkan gelar Coppa Italia, Piala Super Italia, dan Piala Super Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *