Kejam, 6 Pemain Dibuang PSIS Semarang Jelang Putaran Kedua Liga Shopee 2019

Isibola.com – Semarang, Usai melepaskan beberapa pemain, PSIS Semarang harus menemukan pengganti sebelum putaran kedua Liga Shopee 2019. Manajemen Mahesa Jenar secara serius mencari tiga pemain dari posisi yang berbeda dan akan segera tiba di Kota Lumpia.

Selama ini, PSIS Semarang telah merilis nama-nama yang di buang seperti Aldaier Makatindu, Septinus Alua, Silvio Escobar, Shohei Matsunaga, Kelvin Wopi dan Arthur Bonai. Membuang enam pemain, PSIS tentunya perlu mencari penggantinya.

“Para pemain lokal berdasarkan keinginan pelatih akan segera menghubungi kami. Sejauh ini, komunikasi dengan para pemain target sangat bagus dan hampir bergabung dengan PSIS,” kata GM PSIS Semarang, Wahyu Winarto, Jumat (6). / 9/2019).

“Ketiganya berada di posisi penjaga gawang, menyerang gelandang tengah dan striker. Itulah hasil rekomendasi dari pelatih Bambang Nurdiansyah.”

Masalahnya, pria yang akrab dipanggil Liluk ini masih tidak mau mengungkapkan secara lengkap nama nama pemain yang langsung berseragam PSIS Semarang. Akan tetapi, ia membocorkan pemain baru yang akan datang dari kontestan lain di Liga 1. Seperti Finky Pasamba dari Borneo FC.

Baca Juga :  Giannis Antetokounmpo Tripel-dobel, Blazers Kalah Lagi

Baca Juga : Dua Pemain Arema Yang Paling Ditakuti Diharapakan Bisa Bermain Kembali Diputaran Kedua Shopee Liga 1 2019

Monitor pemain uji

Disamping menunggu pemain anyar, PSIS Semarang juga memonitor pemain uji yang bergabung dalam pelatihan, yaitu Frendi Saputra, Tegar Pribadi dan Ardi Yuniar. Ketiga memposisikan diri sebagai bek dan terus melihat keterampilan mereka.

“Kami masih melihatnya dan mengawasinya oleh tim pelatih, termasuk Frendi Saputra, yang sebenarnya telah berpartisipasi di PSIS Semarang sejak awal musim. Namun dia baru pulih dari cedera. Karena itu, kami ingin mengawasinya lebih banyak,” Liluk menjelaskan.

Tingkatkan Keterampilan Di Tim Nasional Indonesia

Gelandang PSIS Semarang Tegar Infantrie memperlihatkan kinerja yang indah dengan bergabungnya dengan Tim Nasional Indonesia U-22 untuk SEA 2019 Games.

Pemain berusia 20 tahun ini masih tertahan di tim di bidang pelatihan di Sekolah Internasional Yogyakarta (YIS), Mlati, Sleman.

Baca Juga : Jelang Putaran Kedua Shopee Liga 1 2019, Semen Padang Jual Pemain Tak Berguna

Dari pelatih Tim Nasional U-22 Indra Sjafri, produk akademi PSIS sering ditempatkan sebagai gelandang jangkar. dari pada itu, ia memiliki kemampuan untuk mengeksekusi bagian yang penting.

Baca Juga :  Arsenal Hanya Perlu Merangkai Beberapa Kemenangan

Pemain yang akrab dipanggil Fantri ini bersaing dengan Witan Sulaeman, Sidik Saimima, Sani Rizki, Syahrian Abimanyu, dan Gian Zola, ketika ia berperan sebagai gelandang serang.

Saat dia bekerja, ia lebih defensif, dia harus bersaing dengan Roni Sugeng, M Lutfi Kamal dan Kadek Agung.

Tegar Infantrie tidak ragu untuk terus menimba ilmu dengan bertanya kepada tim teknis. Dia melakukannya untuk mempertahankan kemampuan bersaing di Tim Nasional.

“Memasuki Tim Nasional Indonesia U-22 adalah peluang besar yang mebajir jika dilepaskan. Saya harus memaksimalkannya. Tentu saja, saya harus bekerja sangat keras untuk dapat menembus tim SEA Games,” kata Tegar Infantrie, Kamis. (05/09/2019).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *