Lionel Messi Hengkang dari Barcelona, Pamor La Liga Tidak Akan Turun

Isibola, Barcelona – Presiden La Liga Javier Tebas tidak khawatir jika Lionel Messi hengkang dari Barcelona. Menurutnya, pamor La Liga tidak akan menurun.

Durasi kerja La Pulga di Barcelona akan berakhir pada musim panas 2021. Tak ingin kehilangan sang kapten, manajemen Los Cules akan segera memperpanjang kontrak Lionel Messi.

Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, beberapa kali telah menggelar pertemuan dengan ayah sekaligus agen Lionel Messi, Jorge Messi. Dalam pertemuan tersebut, Barcelona berupaya untuk memberikan kontrak seumur hidup kepada sang pemain.

Namun, Lionel Messi tak tertarik dengan kontrak seumur hidup. Meski begitu, kapten Timnas Spanyol tersebut masih ingin memperkuat Barcelona dan belum ada pernyataan akan hengkang dari Barcelona.

Situasi tersebut membuat sejumlah klub Eropa siap menampung pemain berusia 30 tahun tersebut. Setelah sempat dikaitkan dengan Manchester City, kali ini giliran Inter Milan yang berniat menebus Lionel Messi dari Barcelona.

Andai Messi benar-benar hengkang dari Barcelona, pamor La Liga dikhawatirkan menurun. Pasalnya, Lionel Messi adalah magnet yang membuat La Liga tetap dinikmati pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Baca Juga :  Frank Lampard: Jika saya Memiliki Ronaldo, Messi dan Mbappe, pasti Ditolak!

Tetapi, Javier Tebas yakin ketenaran La Liga tidak akan menurun. Baginya, kepergian Lionel Messi tak perlu ditakutkan. “Saya ingin Messi tetap di sini, tetapi jika dia pergi, itu bukan drama,” ucap Tebas.

“Dikatakan tanpa Cristiano Ronaldo La Liga akan kehilangan uang, dan sebaliknya kami akan mendapatkannya, bahkan di Portugal. Pemain membantu tetapi tidak penting untuk kompetisi ini,” tuturnya.

hengkang

Pemotongan Gaji

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, juga mengungkapkan bahwa Lionel Messi tak pernah menolak pemotongan gaji yang dilakukan manajemen Azulgrana.

Pemotongan gaji pemain mesti dilakukan usai finansial Barcelona terganggu akibat pandemi virus Corona Covid-19. Negosiasi antara manajemen klub dengan para pemain terkait pemotongan gaji sempat buntu usai tawaran pertama klub ditolak.

Dengan situasi ini, Barca lantas mengumumkan bahwa klub akan menggunakan ERTE (Undang-undang Perburuhan Spanyol) untuk memotong gaji seluruh pegawai klub, sekalipun itu artinya dilakukan secara sepihak alias tanpa kesepakatan bersama.

Pengeluaran Barcelona terbesar adalah gaji para pemainnya yang mencapai 500 juta euro per tahun. Pada prosesnya, gaji Messi dan kawan-kawan mesti dipotong sebesar 70 persen untuk sementara.

Baca Juga :  Positif Virus Corona Covid-19, Dukungan Mengalir untuk Penyerang Persib Wander Luiz

Messi sebelumnya mengungkapkan bahwa para pemain tak masalah dengan pemotongan gaji. Tapi, ia kurang suka dengan cara manajemen Barcelona menekan rekan-rekannya.

“Messi memberitahu saya sejak hari pertama bahwa pengurangan gaji harus dilakukan. Usulan ini datang dari para kapten tim. Ini adalah gerakan yang menunjukkan komitmen mereka terhadap klub,” kata Bartomeu di Soccerway.

“Mengenai pernyataan Messi, mungkin para pemain telah frustrasi oleh hal-hal yang dikatakan oleh orang-orang di dalam dan di luar klub, yang tidak memiliki semua informasi. Tetapi negosiasi hanya dilakukan oleh Direktur Oscar Grau dan saya dan kami belum mengatakan apa-apa,” Bartomeu menambahkan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *