Persija Ikuti Instruksi PSSI Potong Gaji Pemain 75 Persen

Isibola – Jakarta, Persija resmi mendukung keputusan PSSI yang mempersilakan setiap tim Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 memotong gaji pemain nya hingga 75 persen untuk periode Maret-Juni 2020.

Akibat wabah virus corona, dua kompetisi profesional di Indonesia itu terpaksa disetop minimal hingga Juli 2020. Otomatis selama vakum, pemasukan mayoritas tim ikut berhenti.

Situasi ini juga menimpa Persija, yang notabene disebut sebagai klub tajir merujuk dari agresifnya aktivitas di bursa transfer musim ini.

“Merujuk pada surat PSSI 27 Maret 2020 terkait penghentian kompetisi sementara serta rujukan penyesuaian besaran untuk gaji pemain, pelatih, dan ofisial selama kompetisi terhenti, maka Persija memutuskan membayar gaji seluruh anggota tim sebesar 25 persen mulai Maret-Juni 2020,” tulis pengumuman Persija di laman klub.

Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus mengatakan timnya patuh dengan kebijakan PSSI. Keputusan ini diambil karena kondisi finansial Macan Kemayoran terancam setelah kompetisi ditangguhkan.

“Prinsipnya kami ikut instruksi PSSI. Saat ini semua tahu bahwa pemasukan klub bisa dibilang berhenti. Semua harus bergandengan tangan untuk melawan dan memerangi virus corona. Kesehatan tim adalah prioritas kami,” ujar Ferry Paulus.

Baca Juga :  Damian dan McCollum Bungkam Orlando Magic
gaji pemain

Skuat Persija Jakarta juga masih diliburkan tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil sebagai upaya mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona dan physical distancing.

Meski aktivitas tim ditiadakan, Persija tetap menugaskan para pemainnya berlatih mandiri dari rumah. Riko Simanjuntak dan kawan-kawan diwajibkan menjaga kesehatan dan asupan makanan serta vitamin.

Kebijakan ini juga berlaku untuk karyawan Persija yang masih bekerja dari rumah alias work from home.

Persib Bandung

Sementara itu,  Persib Bandung siap mengikuti panduan PSSI terkait penghentian kompetisi akibat pandemi virus Corona. Mereka berencana membayar gaji pelatih, pemain, dan ofisial klub sebesar 25 persen.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar menyatakan langkah itu diambil agar keuangan klub tetap stabil.

“Kami mengambil keputusan karena sesuai anjuran PSSI. Kalau Persib dibedakan dengan yang lain, pasti nanti jadi kecemburuan dan jadi permasalahan. Makannya ikuti dulu saja aturan,” ungkap Umuh dikutip situs resmi Liga 1.

Umuh mengaku pemain Maung Bandung memahami keputusan manajemen. Mereka mengerti karena pandemi virus Corona tidak hanya mengganggu sepak bola Indonesia, tapi juga dunia.

Baca Juga :  Real Madrid yang Ini Bisa 'Lolos' ke Liga Europa

“Pemain sudah dijelaskan. Mereka tahu kondisi ini. Apa boleh buat, kalau mereka tidak terima bagaimana lagi ya,” kata Umuh.

Direktur Utama PT PBB Glenn Timothy Sugito saat ini sudah berusaha menutupi berkurangnya pendapatan klub karena tidak bertanding. Mereka tidak mau ada tunggakan gaji yang membuat pemain menghilang serta merusak citra Persib.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *